SELAMAT DATANG DI BLOG KERJAAN SAYA...! Semoga Blog ini bermamfaat buat kita semua...! AMIN. Oh iya jangan lupa di LIKE FB dan REVIEW OK.. MAKASIH... Regard's

Ini Kerjaan Saya 1

Maaf kalo kerjaan saya ini kurang memuaskan tapi inilah saya, apa adanya. Dari pada bengong mending kaya GINI. This is ME APA SAJA DEH....!!!

Ini Kerjaan Saya 2

Saya Infokan bahwa saya dalam mengisi / memposting tulisan atau artikel dalam blog ini jika dari Copy Faste maka saya akan menyertakan link ke penulisnya atau Url sumber yang saya dapat untuk menghindari Pelanggaran Hak Cipta. Atau Apa Saja Deh...!

Ini Kerjaan Saya 3

Saya Ucapkan terima kasih kepada penulis atau pembuat artikel yang hasil karya dan ilmunya saya posting di blog saya ini juga kepada pengunjung yang sudah mampir kemari - atau Apa Saja Deh...!

Ini Kerjaan Saya 4

Kepada semua pengunjung di blog Apa saja deh Atau kerjaan saya ini dilarang keras memancing keributan ya. Makasih jika anda mematuhinya - Atau Apa Saja Deh...!

Ini Kerjaan Saya 5

Aduuh saya bingung harus ngomong apalagi ya disini ...? nanti aja kalo udah kepikiran saya tulis lagi, Maaf ya jangan kaget apalagi bilang WAWWW... - Atau Apa Saja Deh...!.

Tampilkan postingan dengan label usaha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label usaha. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 April 2013

INVESTASI MENGUNTUNGKAN DAN AMAN

Salam Sukses umtuk para netter dan pemburu rezeki online 
Saya pertama kali mengenal dunia internet pada tahun 2007 dan mulai belajar bisnis online di tahun 2009.
Sudah banyak bisnis online yang sudah saya ikuti dan salah satunya adalah bisnis PTC yang mampu memberikan saya $10/hari.
Untuk lebih jelasnya saya akan memperkenalkan apa sih PTC itu dan strategi dalam bermain PTC

Panduan Cara Bermain PTC 

PTC adalah singkatan dari Paid To Click artinya kita akan di bayar untuk melihat iklan dalam kurun waktu tertentu. Pertanyaannya sekarang yaitu berapa sih bayaran yang kita terima untuk setiap iklan yang kita lihat? PTC akan membayar $0.01 memang sih terbilang sangat kecil namun disini saya akan memberikan strategi khusus dalam bermain ptc Probux ini untuk dapat menghasilkan penghasilan yang sangat luar biasa.

Strategi Bermain PTC 

Dalam PTC sendiri disini ada yang namanya referal. Referal adalah orang yang kita aja bergabung dalam PTC melalui link yang sudah di sedikan oleh admin itu sendiri (ini disebut sebagai direct referal) selain direct referral ada juga yang namanya rent referral (menyewa referral). Agar lebih mudah di pahami saya akan menjelaskan dulu apa itu Direct Refferal dan setelah Itu saya akan menjelaskan tentang Rent referral.

1. Direct Referral
Diatas sudah saya jelaskan bahwa direct referral adalah orang yang kita ajak bergabung melalui link referral yang sudah disediakan oleh admin PTC. Jadi jika ada yang bergabung melalui link tersebut maka otomatis orang itu akan menjadi direct referral kita.

Apa sih keuntungan mengajak orang bergabung di ptc ini?
Referral merupakan faktor penentu sukses tidaknya seseorang dalam berbisnis online PTC karena setiap iklan yang dilihat oleh referral maka kita akan mendapatkan earning sebesar $0.005 untuk setiap iklan yang dilihat. Nah bayangkan jika anda mempunyai banyak referral maka penghasilan yang anda dapatkan juga akan semakin besar.

Untuk lebih jelasnya silahkan lihat ilustrasi penghasilan yang kita dapatkan dengan memanfaatkan kekuatan referral.

Ilustrasi Jika 1 Orang referral Melihat 4 Iklan Setiap Harinya
1 x 4 x $0.005 = $0.02/hari 
$0.02 x 30hari = $0.6/bulan 
Jadi dengan mengajak 1 orang saja kita akan mendapat penghasilan sebesar $0.6/bulan 

Ilustrasi Jika 50 Orang referral Melihat 4 Iklan Setiap Harinya.
50 x 4 x $0.005 = $1/hari 
$1 x 30hari = $30/bulan 
Jadi dengan mengajak 50 orang saja kita akan mendapat penghasilan sebesar $30/bulan 

Ilustrasi Jika 100 Orang referral Melihat 4 Iklan Setiap Harinya. 
100 x 4 x $0.005 = $2/hari 
$2 x 30hari = $60/bulan 
Jadi dengan mengajak 100 orang saja kita akan mendapat penghasilan sebesar $60/bulan 

Ilustrasi Jika 200 Orang referral Melihat 4 Iklan Setiap Harinya.
200 x 4 x $0.005 = $4/hari
$4 x 30hari = $120/bulan
Jadi dengan mengajak 200 orang kita akan mendapat penghasilan sebesar $120/bulan

2. Rent Referral 
Dari kata rent referral kita sudah mengetahui bahwa kita akan menyewa referral untuk memaksimalkan pendapatan kita.

Berapa sih keuntungan kita jika kita menyewa referral?
untuk lebih jelasnya silahkan simak ilustrasi dibawah ini.
NB: Harga sewa untuk 1 (satu) referral/bulan adalah $0.2

Ilustrasi jika sewa 10 referral dan masing-masing melihat 4 iklan setiap harinya.
10 x 4 x $0.005 = $0.2/hari 
$0.2 x 30hari = $6/bulan 
Harga Sewa 10 referral: $2 
Pendapatan bersih dalam sebulan adalah: $6 - $2 = $4/bulan 
Jadi dalam sebulan anda mendapat keuntungan $4 

Ilustrasi jika sewa 20 referral dan masing-masing melihat 4 iklan setiap harinya. 
20 x 4 x $0.005 = $0.4/hari 
$0.4 x 30hari = $12/bulan 
Harga Sewa 20 referral: $4 
Pendapatan bersih dalam sebulan adalah: $12 - $4 = $8/bulan 
Jadi dalam sebulan anda mendapat keuntungan $4 

Ilustrasi jika sewa 50 referral dan masing-masing melihat 4 iklan setiap harinya.
50 x 4 x $0.005 = $1/hari
$1 x 30hari = $30/bulan
Harga Sewa 50 referral: $10 
Pendapatan bersih dalam sebulan adalah: $30 - $10 = $20/bulan 
Jadi dalam sebulan anda mendapat keuntungan $20 

Ilustrasi jika sewa 100 referral dan masing-masing melihat 4 iklan setiap harinya. 
100 x 4 x $0.005 = $2/hari 
$2 x 30hari = $60/bulan 
Harga Sewa 100 referral: $20 
Pendapatan bersih dalam sebulan adalah: $60 - $20 = $40/bulan 
Jadi dalam sebulan anda mendapat keuntungan $40/bulan 

CATATAN PENTING Saat Mendaftar Pastikan Kolom Refereer di isi dengan Kencana seperti gambar dibawah ini. Agar saya bisa memandu anda untuk mempelajari teknik rahasia agar sukses di bisnis PTC.

Selamat datang di INVESTASI AMAN.  Hanya modal rajin klik iklan

Klik BANNER dibawah untuk daftar.. 100% gratis


Pendapatan dari Neobux ke =

Pendapatan dari Probux ke = 1 2 3

Pendapatan dari ClixZor ke = 1

Pendapatan dari ClixSeries =

Pendapatan dari ReffBux = 1

Pendapatan dari NerdBux =

Pendapatan dari The-Bux.Net =
buxboost Banner
Pendapatan dari BuxBoost =

Pendapatan dari PTCSolution = 1

Pendapatan dari GoldenClix = 1

Pendapatan dari SilverClix ke =

Pendapatan dari ClixDo ke =

Pendapatan dari AdzPot ke =
Standard
Pendapatan dari RoClix =

Sabtu, 30 Maret 2013

PARFUM PRIBADI

Parfum Pribadimu

Parfum Pribadimu adalah produk parfum rahasia pribadi dimana produk kami ini sangat berbeda dengan produk parfum manapun yang ada di indonesia.

Parfum  ini kami racik dengan sangat rahasia dan sangat pribadi yang dikhususkan untuk diri anda, tubuh anda dan psikologi anda.

Parfum Pribadi perbedaannya sangat jauh dengan produk parfum manapun, karena pembuatannya atau peracikan parfum ini berdasarkan Nama, tanggal lahir dan golongan darah  ( Wajib tidak boleh bohong ), dan jenis kelamin anda, sehingga akan menghasilkan racikan parfum yang menunjukan siapa Pribadimu

Harga Rp. 150.000 50ml
Harga Rp. 120.000 35ml

Syarat memesan Parfum ini adalah :
1. Nama Lengkap
2. Tgl lahir ( tidak boleh bohong )
3. Golongan darahmu
4. jenis kelamin

Maka akan tercipta Parfum Pribadimu Khusus, yg tidak akan sama dengan yang lain.
Parfum yang menunjukan siapa dirimu, karaktermu, Fsikologimu, dan lain-lain tentangmu.

Alamat Lengkap ( ksusus untuk mengirimkan paket produk )
Pesan SMS ke : 022-95355212 / 085624844996
YM : idkerjasama

Nb : 
* Parfum pribadimu akan di buat setelah anda melakukan transfer dan melakukan konfirmasi kepada saya. waktu pembuatan adalah 3x24 jam.
* Ongkos kirim ditanggung oleh pembeli


Pengiriman Paket dikirim Via







Silahkan yang mau pesan ditunggu nih konfirmasinya..







Minggu, 24 Maret 2013

Langkah Membuat Gambar Kaos Sendiri Dengan Printer

Bosen dengan motif dan gambar tshirt/kaos yang banyak dipasaran? ingin membuat kaos dengan ide dan keinginan sendiri? sekarang tidaklah sulit, yang penting punya printer, kertas transfer t-shirt atau t-shirt transfer paper, kaos oblong polos yang bahannya halus. Untuk kaos polos bisa warna putih atau warna apa saja sesuai selera dan kehendak hati, kemudian strika. Untuk kertas t-shirt transfer paper banyak dipasaran misalnya DATAPRINT T-SHIRT TRANSFER PAPER,  BLUEPRINT  T-SHIRT TRANSFER PAPER.

Untuk program yang digunakan untuk membuat kaos sendiri banyak kok, bisa Microsoft Word, Coreldraw, adobe photoshop, ulead photoimpact atau sesuaikan saja yang biasa sobat gunakan untuk editing photo. Tinggal cari desain gambar yang cantik, foto unik, tulisan, grafiti yang  sesuai deng keinginan dan ingin dicetak pada kaos polos.

Untuk settingan ada baiknya ukuran A4 atau tergantung motif yang ingin dicetak pada kaos buatan sendiri. ada baiknya foto yang ingin dicetak pada kais buatan sendiri, carilah foto yang kesan seninya tinggi atau   biar keliatan keren, gak pasaran. Preview dan cova dikertas biasa dulu seperti HVS jika sudah mateng baru dicetak pada kertas transfer paper.

Jangan lupa setting printer pada pilihan best quality, dan pada pilihan Media Type, pilihlah "T-Shirt Transfers".
Jika sudah selesai dicetak, barulah siapkan kaos polos, trus diratakan dahulu bidang yang ingin ditempel kertas transfer paper biar rata, baru setrika pada setelan menengah sampai maksimum. Gosoklah dengan sedikit ditekan pada tiap bagian gambar atau batas kertas tranfers paper dari atas kebawah atau dari kiri kekanan, yang penting mana enaknya. Kebawah dan keatas kurang lebih 10 sampai 15 detik. begitu juga kekanan dan kekiri atau kekiri atau kekanan 10 sampai dengan 15 detik, biar rata.

Jika semua bidang sudah digosok dengan strika dengan rata, biarkan kira kira 10 menit biar dingin. Lalu buka kertas transfers paper yang sudah distrika kekaos polos tadi seperti membuka setiker biasa dengan perlahan sambil dilihat jika ada bagian yang belum menempel, jika dirasa ada yang belum menempel pada kaos, coba untuk menyetrikanya lagi. Jika selesai biarkan dingin baru dicuci jika ingin dicuci atau langsung dipakai, dan untuk mencucinya biasa seperti kaos yang lain yang dibeli ditoko.

Untuk latihan ada baiknya buatlah ukuran kecil dan dicoba pada kaos bekas. Lama lama juga lancar kok jika sering eksperimen, seandainya bosen tinggal cari gambar lain untuk dicetak dikaos kebanggan. Sekian dulu postingan cara membuat kaos sendiri menggunakan printer. Untuk ide bisa dilihat pada pilihan foto dan gambar dibawah ini pilihan admin cybermales.

Selamat mencoba dan berkreasi.   
  
 



cara mudah membuat kaos sendiri dengan printer








 




Rabu, 16 Januari 2013

USAHA PALING MUDAH DAN IBADAH


 Sebuah USAHA yang MUDAH dengan konsep IBADAH Terbaru Bagaimana Mendapatkan Uang Rp.62.000.000 Juta secara Otomatis Dalam Waktu Singkat...
STOP BINGUNG..!!
CUKUP LAKUKAN SAJA
"3 LANGKAH MUDAH"
Yang Bisa Mengantarkan Anda Menjadi
Seorang Jutawan


Saya Sudah Merasakan Walau Tidak 100%
saya cuman dapat Rp.28.xxx.xxx dalam 1,2 bulan
semoga bermamfaat buat anda...

Ingat...!
Baca dulu sampai anda paham..
dulu saya dari sistem OFFline seperti ini hanya menghasilkan 960rb.. Tapi ini lebih mudah dan gampang karena Online



NB: Saya hanya berbagi apa yg sudah saya rasakan hasilnya.. jika agan, sis, ibu, bapak sekalian ragu jangan.. tidak usah bingung cukup tidak usah melakukan ( No Action ).. Tapi ingat Tanpa Ikhtiar apapun usaha yang anda lakukan tidak akan ada hasil sekalipun dia pintar dan bertitel atau Apa Saja Deh...!

Dari hasil program ini saya Alhamdulillah sudah membeli sepitak tanah dan sedang proses membangun rumah.. Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan . AMIN

Selasa, 31 Juli 2012

Cara Beternak Belut

1. Sejarah Singkat Belut

Belut merupakan hewan sejenis ikan konsumsi air tawar dengan bentuk tubuh bulat memanjang yang hanya memiliki sirip punggung dan tubuhnya licin. Belut suka memakan anak-anak ikan yang masih kecil. Biasanya hidup di sawah-sawah, di rawa-rawa/lumpur dan di kali-kali kecil. Di Indonesia sejak tahun 1979, belut mulai dikenal dan digemari, hingga saat ini belut banyak dibudidayakan dan menjadi salah satu komoditas ekspor.

2. Sentra Perikanan

Sentra perikanan belut Internasional terpusat di Taiwan, Jepang, Hongkong, Perancis dan Malaysia. Sedangkan sentra perikanan belut di Indonesia berada di daerah Yogyakarta dan di daerah Jawa Barat. Di daerah lainnya baru merupakan tempat penampungan belut-belut tangkapan dari alam atau sebagai pos penampungan.

3. Jenis jenis Belut


Klasifikasi belut adalah sebagai berikut:
Kelas : Pisces
Subkelas : Teleostei
Ordo : Synbranchoidae
Famili : Synbranchidae
Genus : Synbranchus
Species : Synbranchus bengalensis Mc clell (belut rawa); Monopterus
albus Zuieuw (belut sawah); Macrotema caligans Cant (belut
kali/laut)
Jadi jenis belut ada 3 (tiga) macam yaitu belut rawa, belut sawah dan belut
kali/laut. Namun demikian jenis belut yang sering dijumpai adalah jenis belut
sawah.

4. Manfaat Belut

Manfaat dari budidaya belut adalah:
1) Sebagai penyediaan sumber protein hewani.
2) Sebagai pemenuhan kebutuhan sehari-hari.
3) Sebagai obat penambah darah.

5. Persyaratan lokasi budidaya belut

1) Secara klimatologis ikan belut tidak membutuhkan kondisi iklim dan geografis yang spesifik. Ketinggian tempat budidaya ikan belut dapat berada di dataran rendah sampai dataran tinggi. Begitu pula dengan kelembaban dan curah hujan tidak ada batasan yang spesifik.
2) Kualitas air untuk pemeliharaan belut harus bersih, tidak terlalu keruh dan tidak tercemar bahan-bahan kimia beracun, dan minyak/limbah pabrik. Kondisi tanah dasar kolam tidak beracun.
3) Suhu udara/temperatur optimal untukpertumbuhan belut yaitu berkisar antara 25-31 derajat C.
4) Pada prinsipnya kondisi perairan adalah air yang harus bersih dan kaya akan osigen terutama untuk bibit/benih yang masih kecil yaitu ukuran 1-2 cm. Sedangkan untuk perkembangan selanjutnya belut dewasa tidak memilih kualitas air dan dapat hidup di air yang keruh.

6. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA BELUT

6.1. Penyiapan Sarana dan Peralatan

1) Perlu diketahui bahwa jenis kolam budidaya ikan belut harus dibedakan antara lain: kolam induk/kolam pemijahan, kolam pendederan (untuk benih belut berukuran 1-2 cm), kolam belut remaja (untuk belut ukuran 3-5 cm) dan kolam pemeliharaan belut konsumsi (terbagi menjadi 2 tahapan yang masing-masing dibutuhkan waktu 2 bulan) yaitu untuk pemeliharaan belut ukuran 5-8 cm sampai menjadi ukuran 15-20 cm dan untuk pemeliharan belut dengan ukuran 15-20 cm sampai menjadi ukuran 30-40 cm.

2) Bangunan jenis-jenis kolam belut secara umum relatif sama hanya dibedakan oleh ukuran, kapasitas dan daya tampung belut itu sendiri.

3) Ukuran kolam induk kapasitasnya 6 ekor/m2. Untuk kolam pendederan (ukuran belut 1-2 cm) daya tampungnya 500 ekor/m2. Untuk kolam belut remaja (ukuran 2-5 cm) daya tampungnya 250 ekor/m2. Dan untuk kolam belut konsumsi tahap pertama (ukuran 5-8 cm) daya tampungnya 100 ekor/m2. Serta kolam belut konsumsi tahap kedua (ukuran 15-20cm) daya tampungnya 50 ekor/m2, hingga panjang belut pemanenan kelak berukuran 3-50 cm.

4) Pembuatan kolam belut dengan bahan bak dinding tembok/disemen dan dasar bak tidak perlu diplester.

5) Peralatan lainnya berupa media dasar kolam, sumber air yang selalu ada, alat penangkapan yang diperlukan, ember plastik dan peralatan-peralatan lainnya.

6) Media dasar kolam terdiri dari bahan-bahan organik seperti pupuk kandang, sekam padi dan jerami padi. Caranya kolam yang masih kosong untuk lapisan pertama diberi sekam padi setebal 10 cm, diatasnya ditimbun dengan pupuk kandang setebal 10 cm, lalu diatasnya lagi ditimbun dengan ikatan-ikatan merang atau jerami kering. Setelah tumpukan-tumpukan bahan organik selesai dibuat (tebal seluruhnya sekitar 30 cm), berulah air dialirkan kedalam kolam secara perlahan-lahan sampai setinggi 50 cm (bahan organik
+ air). Dengan demikian media dasar kolam sudah selesai, tinggal media tersebut dibiarkan beberapa saat agar sampai menjadi lumpur sawah. Setelah itu belut-belut diluncurkan ke dalam kolam.

6.2. Penyiapan Bibit

1) Menyiapkan Bibit

a. Anak belut yang sudah siap dipelihara secara intensif adalah yang berukuran 5-8 cm. Di pelihara selama 4 bulan dalam 2 tahapan dengan masing-masing tahapannya selama 2 bulan.

b) Bibit bisa diperoleh dari bak/kolam pembibitan atau bisa juga bibit diperoleh dari sarang-sarang bibit yang ada di alam.

c. Pemilihan bibit bisa diperoleh dari kolam peternakan atau pemijahan. Biasanya belut yang dipijahkan adalah belut betina berukuran ± 30 cm dan belut jantan berukuran ± 40 cm.

d. Pemijahan dilakukan di kolam pemijahan dengan kapasitas satu ekor pejantan dengan dua ekor betina untuk kolam seluas 1 m2. Waktu pemijahan kira-kira berlangsung 10 hari baru telur-telur ikan belut menetas. Dan setelah menetas umur 5-8 hari dengan ukuran anak belut berkisar 1,5–2,5 cm. Dalam ukuran ini belut segera diambil untuk ditempatkan di kolam pendederan calon benih/calon bibit. Anak belut dengan ukuran sedemikian tersebut diatas segera ditempatkan di kolam pendederan calon bibit selama ± 1 (satu) bulan sampai anak belut tersebut berukuran 5-8 cm. Dengan ukuran ini anak belut sudah bisa diperlihara dalam kolam belut untuk konsumsi selama dua bulan atau empat bulan.

2) Perlakuan dan Perawatan Bibit Belut
Dari hasil pemijahan anak belut ditampung di kolam pendederan calon benih selama 1 bulan. Dalam hal ini benih diperlakukan dengan secermat mungkin agar tidak banyak yang hilang. Dengan perairan yang bersih dan lebih baik lagi apabila di air yang mengalir.

6.3. Pemeliharaan Pembesaran

1) Pemupukan Jerami yang sudah lapuk diperlukan untuk membentuk pelumpuran yang subur dan pupuk kandang juga diperlukan sebagai salah satu bahan organik utama.

2) Pemberian Pakan Bila diperlukan bisa diberi makanan tambahan berupa cacing, kecoa, ulat
besar(belatung) yang diberikan setiap 10 hari sekali.

3) Pemberian Vaksinasi

4) Pemeliharaan Kolam dan Tambak
Yang perlu diperhatikan pada pemeliharaan belut adalah menjaga kolam agar tidak ada gangguan dari luar dan dalam kolam tidak beracun.

7. HAMA DAN PENYAKIT

7.1. Hama
1) Hama pada belut adalah binatang tingkat tinggi yang langsung mengganggu kehidupan belut.
2) Di alam bebas dan di kolam terbuka, hama yang sering menyerang belut
3) Di pekarangan, terutama yang ada di perkotaan, hama yang sering menyerang hanya katak dan kucing. Pemeliharaan belut secara intensif tidak banyak diserang hama.

7.2. Penyakit
Penyakit yang umum menyerang adalah penyakit yang disebabkan oleh organisme tingkat rendah seperti virus, bakteri, jamur, dan protozoa yang berukuran kecil.

8. PANEN

Pemanenan belut berupa 2 jenis yaitu :

1) Berupa benih/bibit yang dijual untuk diternak/dibudidayakan.
2) Berupa hasil akhir pemeliharaan belut yang siap dijual untuk konsumsi (besarnya/panjangnya sesuai dengan permintaan pasar/konsumen). Cara Penangkapan belut sama seperti menangkap ikan lainnya dengan
peralatan antara lain: bubu/posong, jaring/jala bermata lembut, dengan pancing atau kail dan pengeringan air kolam sehingga belut tinggal diambil saja.


Semoga bermanfaat dan bisa dijadikan peluas bisnis yang bagus untuk yang ingin berwirausaha sampingan.
Belut terkadang terlihat menijikan atau bikin geli tapi hasil dan peluang yang dihasilkan sangat menjanjikan untuk ditekuni.

Sumber : http://www.ristek.go.id

Jumat, 27 Juli 2012

Cara Berdagang Yang Baik Menurut Islam

Di dalam ajaran Agama Islam memang menghalalkan usaha perdagangan, perniagaan dan atau jual beli. Namun tentu saja untuk orang yang menjalankan usaha perdagangan secara Islam, dituntut menggunakan tata cara khusus, ada aturan mainnya yang mengatur bagaimana seharusnya seorang Muslim berusaha di bidang perdagangan agar mendapatkan berkah dan ridha Allah SWT di dunia dan akhirat.


berdagang menurut islam

Perdagangan menurut syariat Islam, menjelaskan berbagai etika yang harus dilakukan oleh para pedagang Muslim dalam melaksanakan jual beli. Dan diharapkan dengan menggunakan dan mematuhi etika perdagangan Islam tersebut, suatu usaha perdagangan dan seorang Muslim akan maju dan berkembang pesat lantaran selalu mendapat berkah Allah SWT di dunia dan di akhirat. Etika perdagangan Islam menjamin, baik pedagang maupun pembeli, masing-masing akan saling mendapat keuntungan.

Adapun etika perdagangan Islam tersebut antara lain:

1. Shidiq (Jujur)

Seorang pedagang wajib berlaku jujur dalam melakukan usaha jual beli. Jujur dalam arti luas. Tidak berbohong, tidak menipu, tidak mcngada-ngada fakta, tidak bekhianat, serta tidak pernah ingkar janji dan lain sebagainya. Mengapa harus jujur? Karena berbagai tindakan tidak jujur selain merupakan perbuatan yang jelas-jelas berdosa, –jika biasa dilakukan dalam berdagang– juga akan mewarnal dan berpengaruh negatif kepada kehidupan pribadi dan keluarga pedagang itu sendiri. Bahkan lebih jauh lagi, sikap dan tindakan yang seperti itu akan mewarnai dan mempengaruhi kehidupan bermasyarakat.

Dalam Al Qur’an, keharusan bersikap jujur dalam berdagang, berniaga dan atau jual beli, sudah diterangkan dengan sangat jelas dan tegas yang antara lain kejujuran tersebu –di beberapa ayat– dihuhungkan dengan pelaksanaan timbangan, sebagaimana firman Allah SWT: ”Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil”. (Q.S Al An’aam(6): 152)

Firman Allah SWT:

”Sempurnakanlah takaran dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan, dan timbanglah dengan timbangan yang lurus. Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi ini dengan membuat kerusakan.” (Q.S AsySyu’araa(26): 181-183)

“Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, dan timbanglah dengan neraca yang benar. ItuIah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (Q.S Al lsraa(17): 35)

“Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu.” (Q.S Ar Rahmaan(55): 9)

Dengan hanya memperhatikan ketiga ayat tersebut di atas, maka kita sudah dapat mengambil kesimpulan bahwa; sesungguhnya Allah SWT telah menganjurkan kepada seluruh ummat manusia pada umumnya, dan kepada para pedagang khususnya untuk berlaku jujur dalam menimbang, menakar dan mengukur barang dagangan. Penyimpangan dalam menimbang, menakar dan mengukur yang merupakan wujud kecurangan dalam perdagangan, sekalipun tidak begitu nampak kerugian dan kerusakan yang di akibatkannya pada manusia ketimbang tindak kejahatan yang lebih besar lagi seperti; perampokan, perampasan, pencurian, korupsi, manipulasi, pemalsuan dan yang lainnya, nyatanya tetap diharamkan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya. Mengapa? Jawabnya adalah; karena kebiasaan melakukan kecurangan menimbang, menakar dan mengukur dalam dunia perdagangan, akan menjadi cikal baka! dari bentuk kejahatan lain yang jauh lebih besar. Sehingga nampak pula bahwa adanya pengharaman serta larangan dari Islam tersebut, merupakan pencerminan dan sikap dan tindakan yang begitu bijak yakni, pencegahan sejak dini dari setiap bentuk kejahatan manusia yang akan merugikan manusia itu sendiri.

Di samping itu, tindak penyimpangan dan atau kecurangan menimbang, menakar dan mengukur dalam dunia perdagangan, merupakan suatu perbuatan yang sangat keji dan culas, lantaran tindak kejahatan tersebut bersembunyi pada hukum dagang yang telah disahkan baik oleh pemerintah maupun masyarakat, atau mengatasnamakan jua! beli atas dasar suka sama suka, yang juga telah disahkan oleh agama.

Jika penampokan, pencurian, pemerasan, perampasan, –sudah jelas– merupakan tindakan memakan harta orang lain dengan cara batil, yang dilakukan dengan jalan terang-terangan. Namun tindak penyimpangan dan atau kecurangan dalam menimbang, menakar dan mengukur barang dagangan, merupakan kejahatan yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Sehingga para pedagang yang melakukan kecurangan tersebut, pada hakikatnya adalah juga pencuri, perampok dan perampas dan atau penjahat, hanya mereka bersembunyi di balik lambang keadilan yakni, timbangan, takaran dan ukuran yang mereka gunakan dalam perdagangan. Dengan demikian, tidak ada bedanya! Mereka sama-sama penjahat. Maka alangkah kejinya tindakan mereka itu. Sehingga wajar, jika Allah SWT dan Rasul-Nya mengharamkan perbuatan tersebut, dan wajar pula jika para pelakunya diancam Allah SWT; akan menerima azab dan siksa yang pedih di akhirat kelak, sebagaimana Firman Allah SWT dalam Al Qur’an:

“Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang, (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain, mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi. Tidakkah orang-orang ini menyangka, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan, pada suatu hari yang besar, (yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Tuhan Semesta Alam ini.” (Q.S Al Muthaffifiin (83): 1-6)

Selain ancaman azab dan siksa di akhirat kelak –bagi orang-orang yang melakukan berbagai bentuk penyimpangan dan kecurangan dalam menakar, menimhang dan mengukur barang dagangan mereka–, sesungguhnya Al Qur’an juga telah menuturkan dengan jelas dan tegas kisah onang-orang Madyan yang terpaksa harus menerima siksa dunia dari Allah SWT, lantaran menolak peringatan dari Nabi mereka Syuaib as.

“Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Madyan saudara mereka Syuaib. Ia berkata:”Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman”. (Q.S Al A’raaf(7): 85)

Firman Allah SWT:

“Dan tatkala datang azab Kami, Kami selamatkan Syuaib dan orang-orang yang beriman bersama-sama dia dengan Rahmat dari Kami, dan orang-orang yang zalim dibinasakan oleh satu suara yang mengguntur, lalu jadilah mereka mati bergelimpang an di temnpat tinggalnya.” (Q.S Hud(11): 94)

Kedua ayat tersebut di atas, hendaknya menjadi peringatan bagi kita, bahwa ternyata perbuatan curang dalam menimbang, menakar dan mengukur barang dagangan, sama sekali tidak memberikan keuntungan, kehahagiaan bagi para pelakunya, bahkan hanya menimbulkan murka Allah. Sedangkan azab dan siksa serta hukuman bagi para pelaku kejahatan tersebut, nyatanya tidak selalu diturunkan Allah SWTI kelak dii akhirat saja, namun juga diturunkan di dunia.

Oleh sebab itu, Rasulullah SAW –dalam banyak haditsnya–, kerapkali mengingatkan para pedagang untuk berlaku jujur dalam berdagang.

Sabda Rasulullah SAW:

”Wahai para pedagang, hindarilah kebohongan”. (HR. Thabrani)

“Seutama-utama usaha dari seseorang adalah usaha para pedagang yang bila berbicara tidak berbohiong, bila dipercaya tidak berkhianat, bila berjanji tidak ingkar, bila membeli tidak menyesal, bila menjual tidak mengada -gada, bila mempunyai kewajiban tidak menundanya dan bila mempunyai hak tidak menyulitkan”. (HR. Ahmad, Thabrani dan Hakim)

“Pedagang dan pembeli keduanya boleh memilih selagi belum berpisah. Apabila keduanya jujur dan terang-terangan, maka jual belinya akan diberkahi. Dan apabila keduanya tidak rnau berterus terang serta berbohong, maka jual belinya tidak diberkahi.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Rasulullah SAW menegaskan pula, bahwa pedagang yang jujur dalam melaksakan jual beli, di akhirat kelak akan ditempatkan di tempat yang mulia. Suatu ketika akan bersama- sama para Nabi dan para Syahid. Suatu ketika di bawah Arsy, dan ketika lain akan berada di suatu tempat yang tidak terhalang baginya masuk ke dalam surga.

Sabda Rasulullah SAW:

“Pedagang yang jujur serta terpercaya (tempatnya) bersama para Nabi, orang-orang yang jujur, dan orang-orang yang mati Syahid pada hari kiamat”. (HR. Bukhari, Hakim, Tirmidzi dan Ibnu Majjah)

“Pedagang yang jujur di bawah Arsy pada hari kiamat”. (HR. Al-Ashbihani)

Pedagang yang jujur tidak terhalang dari pintu-pintu surga”. (HR. Tirmidzi)

Allah Ta’ala berfirman (dalam hadits Qudsi):

“Aku yang ketiga (bersama) dua orang yang berserikat dalam usaha (dagang) selama yang seorang tidak berkhianat (curang) kepada yang lainnya. Apabila berlaku curang, maka Aku keluar dari mereka.” (HR. Abu Dawud)

“Sesama Muslim adalah saudara. Oleh karena itu seseorang tidak boleh menjual barang yang ada cacatnya kepada saudaranya, namun ia tidak menjelaskan cacat tersebut.” (HR. Ahmad dan lbnu Majaah)

“Tidak halal bagi seseorang menjual sesuatu barang dengan tidak menerangkan (cacat) yang ada padanya, dan tidak halal bagi orang yang tahu (cacal) itu, tapi tidak menerangkannya.” (HR. Baihaqie)

“Sebaik-baik orang Mu‘min itu ialah, mudah cara menjualnya, mudah cara membelinya, mudah cara membayarnya dan mudah cara menagihnya.” (HR. Thabarani)

2. Amanah (Tanggungjawab)

Setiap pedagang harus bertanggung jawab atas usaha dan pekerjaan dan atau jabatan sebagai pedagang yang telah dipilihnya tersebut. Tanggung jawab di sini artinya, mau dan mampu menjaga amanah (kepercayaan) masyarakat yang memang secara otomatis terbeban di pundaknya.

Sudah kita singgung sebelumnya bahwa –dalam pandangan Islam– setiap pekerjaan manusia adalah mulia. Berdagang, berniaga dan ataujual beli juga merupakan suatu pekerjaan mulia, lantaran tugasnya antara lain memenuhi kebutuhan seluruh anggota masyarakat akan barang dan atau jasa untuk kepentingan hidup dan kehidupannya.

Dengan demikian, kewajiban dan tanggungjawab para pedagang antara lain: menyediakan barang dan atau jasa kebutuhan masyarakat dengan harga yang wajar, jumlah yang cukup serta kegunaan dan manfaat yang memadai. Dan oleh sebab itu, tindakan yang sangat dilarang oleh Islam –sehubungan dengan adanya tugas, kewajiban dan tanggung jawab dan para pedagang tersebut– adalah menimbun barang dagangan.

Menimbun barang dagangan dengan tujuan meningkatkan pemintaan dengan harga selangit sesuai keinginan penimbun barang, merupakan salah satu bentuk kecurangan dari para pedagang dalam rangka memperoleh keuntungan yang berlipat ganda.

Menimbun barang dagangan terutama barang-barang kehutuhan pokok– dilarang keras oleh Islam! Lantaran perbuatan tersebut hanya akan menimbulkan keresahan dalam masyarakat. Dan dalam prakteknya, penimbunan barang kebutuhan pokok masyarakat oleh sementara pedagang akan menimbulkan atau akan diikuti oleh berhagai hal yang negatif seperti; harga-harga barang di pasar melonjak tak terkendali, barang-barang tertentu sulit didapat, keseimbangan permintaan dan penawaran terganggu, munculnya para spekulan yang memanfaatkan kesempatan dengan mencari keuntungan di atas kesengsaraan masyarakat dan lain sebagainya.

Ada banyak hadits Rasulullah yang menyinggung tentang penimbunan barang dagangan, baik dalam bentuk peringatan, larangan maupun ancaman, yang .ntara lain sebagai berikut:

Sabda Rasulullah (yang artinya):

“Allah tidak akan berbelas kasihan terhadap orang-orang yang tidak mempunyai belas kasihan terhadap orang lain.” (HR. Bukhari)

“Barangsiapa yang melakukan penimbunan terhadap makanan kaum Muslimin, Allah akan menimpanya dengan kerugian atau akan terkena penyakit lepra.” (HR. Ahmad)

“Orang yang mendatangkan barang dagangan untuk dijual, selalu akan memperoleh rejeki, dan orang yang menimbun barang dagangannya akan dilaknat Allah.” (HR. lbnu Majjah)

“Barangsiapa yang menimbun makanan, maka ia adalah orang yang berdosa.” (HR. Muslim dan Abu Daud)

“Barangsiapa yang menimbun makanan selama 40 hari, maka ia akan lepas dari tanggung jawab Allah dan Allah pun akan cuci tangan dari perbuatannya.” (HR. Ahmad)

3. Tidak Menipu

Dalam suatu hadits dinyatakan, seburuk-buruk tempat adalah pasar. Hal ii lantaran pasar atau termpat di mana orang jual beli itu dianggap sebagal sebuah tempat yang di dalamnya penuh dengan penipuan, sumpah palsu, janji palsu, keserakahan, perselisihan dan keburukan tingkah polah manusia lainnya.

Sabda Rasulullah SAW:

“Sebaik-baik tempat adalah masjid, dan seburk-buruk tempat adalah pasar”. (HR. Thabrani)

“Siapa saja menipu, maka ia tidak termasuk golonganku”. (HR. Bukhari)

Setiap sumpah yang keluar dan mulut manusia harus dengan nama Allah. Dan jika sudah dengan nama Allah, maka harus benar dan jujur. Jika tidak henar, maka akibatnya sangatlah fatal.

Oleh sehab itu, Rasulululah SAW selalu memperingatkan kepada para pedagang untuk tidak mengobral janji atau berpromosi secara berlebihan yang cenderung mengada-ngada, semata-mata agar barang dagangannya laris terjual, lantaran jika seorang pedagang berani bersumpah palsu, akibat yang akan menimpa dirinya hanyalah kerugian.

Sabda Rasulullah SAW:

“Jangan bersumpah kecuali dengan nama Allah. Barangsiapa bersumpah dengan nama Allah, dia harus jujur (benar). Barangsiapa disumpah dengan nama Allah ia harus rela (setuju). Jika tidak rela (tidak setuju), niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah.” (HR. lbnu Majaah dan Aththusi)

“Ada tiga kelompok orang yang kelak pada hari kiamat Allah tidak akan berkata-kata, tidak akan melihat, tidak akanpula mensucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih. Abu Dzarr berkata, “Rasulullah mengulang-ulangi ucapannya itu, dan aku hertanya,” Siapakah mereka itu, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Orang yang pakaiannya menyentuh tanah karena kesombongannya, orang yang menyiarkan pemberiannya (mempublikasikan kebaikannya), dan orang yang menjual dagangannya dengan sumpah palsu.” (HR. Muslim)

“Sumpah dengan maksud melariskan barang dagangan adalah penghapus barokah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

“Sumpah (janji) palsu menjadikan barang dagangan laris, (tetapi) menghapus keberkah an”. (HR. Tirmidzi, Nasal dan Abu Dawud)

“Berhati-hatilah, jangan kamu bersumpah dalam penjualan. Itu memang melariskan jualan tapi menghilangkan barokah (memusnahkan perdagangan).” (HR. Muslim)

Sementara itu, apa yang kita alami selama ini, jual beli, perdagangan dan atau perniagaan di zaman sekarang –terutama di pasar-pasar bcbas– tidak banyak lagi diketemukan orang yang mau memperhatikan etiket perdagangan Islam. Bahkan nyaris, setiap orang –penjual maupun pembeli– tidak mampu lagi membedakan barang yang halal dan yang haram, dimnana keadaan ini sesungguhnya sudah disinyalir akan terjadi oleh Rasulullah SAW, sebagaimana dinyatakan dalam haditsnya.

Dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW, bersabda: “Akan datang pada manusia suatu zaman yang seseorang tidak memperhatikan apakah yang diambilnya itu dan barang yang halal atau haram.” (HR. Bukhari)

Memang sangat disayangkan, mengapa hal seperti ini harus terjadi? Sementara tidak hanya sekali saja Rasulullah SAW memberi peringatan kepada para pedagang untuk berbuat jujur, tidak menipu dalam berjual beli agar tidak merugikan orang lain. Sehagaimana pernyataan beberapa hadits di bawah ini:

Dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah seseorang menjual akan suatu barang yang telah dibeli oleh orang lain”. (HR. Bukhari)

Dari lbnu Umar: Bahwa seorang laki-laki menyatakan pada Nabi SAW bahwa ia tertipu ketika berjual heli. Maka Nabi menyatakan: “Jika engkau berjualbeli maka katakanlah: Tidak boleh menipu”. (HR. Bukhari)

4. Menepati Janji

Seorang pedagang juga dituntut untuk selalu menepati janjinya, baik kepada para pembeli maupun di antara sesama pedagang, terlebih lagi tentu saja, harus dapat menepati janjinya kepada Allah SWT.

Janji yang harus ditepati oleh para pedagang kepada para pembeli misalnya; tepat waktu pengiriman, menyerahkan barang yang kwalitasnya, kwantitasnya, warna, ukuran dan atau spesifikasinya sesuai dengan perjanjian semula, memberi layanan puma jual, garansi dan lain sebagainya. Sedangkan janji yang harus ditepati kepada sesama para pedagang misalnya; pembayaran dengan jumlah dan waktu yang tepat.

Sementara janji kepada Allah yang harus ditepati oleh para pedagang Muslim misalnya adalah shalatnya. Sebagaimana Firman Allah dalam Al Qur’an:

“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyaknya supaya kamu beruntung. Dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadaNya dan mereka tinggalkan kamu sedang berdiri (berkhutbah). Katakanlah: ”Apa yang di sisi Allah adalah lebih baik daripada permainan dan perniagaan”, dan Allah sebaik-baik pemberi rezki” (Q.S Al Jumu’ah (62):10-11)

Dengan demikian, sesibuk-sibuknya urusan dagang, urusan bisnis dan atau urusan jual beli yang sedang ditangani –sebagai pedagang Muslim– janganlah pernah sekali-kali meninggalkan shalat. Lantaran Allah SWT masih memberi kesempatan yang sangat luas kepada kita untuk mencari dan mendapatkan rejeki setelah shalat, yakni yang tercermin melalui perintah-Nya; bertebaran di muka bumi dengan mengingat Allah SWT banyak- banyak supaya beruntung.

5. Murah Hati

Dalam suatu hadits, Rasulullah SAW menganjurkan agar para pedagang selalu bermurah hati dalam melaksanakan jual beli. Murah hati dalam pengertian; ramah tamah, sopan santun, murah senyum, suka mengalah, namun tetap penuh tanggungjawab.

Sabda Rasulullah SAW:

“Allah berbelas kasih kepada orang yang murah hati ketika ia menjual, bila membeli dan atau ketika menuntut hak”. (HR. Bukhari)

“Allah memberkahi penjualan yang mudah, pembelian yang mudah, pembayaran yang mudah dan penagihan yang mudah”. (HR. Aththahawi)

6. Tidak Melupakan Akhirat

Jual beli adalah perdagangan dunia, sedangkan melaksanakan kewajiban Syariat Islam adalah perdagangan akhirat. Keuntungan akhirat pasti lebih utama ketimbang keuntungan dunia. Maka para pedagang Muslim sekali-kali tidak boleh terlalu menyibukkan dirinya semata-mata untuk mencari keuntungan materi dengan meninggalkan keuntungan akhirat. Sehingga jika datang waktu shalat, mereka wajib melaksanakannya sebelum habis waktunya. Alangkah baiknya, jika mereka bergegas bersama-sama melaksanakan shalat berjamaah, ketika adzan telah dikumandangkan. Begitu pula dengan pelaksanaan kewajiban memenuhi rukun Islam yang lain. Sekali-kali seorang pedagang Muslim hendaknya tidak melalaikan kewajiban agamanya dengan alasan kesibukan perdagangan.

Sejarah telah mencatat, bahwa dengan berpedoman kepada etika perdagangan Islam sebagaimana tersebut di atas, maka para pedagang Arab Islam tempo dulu mampu mengalami masa kejayaannya, sehinga mereka dapat terkenal di hampir seluruh penjuru dunia.


Jadi buat saudara yangmain ke blog kerjaan-saya, yang ingin melakukan usaha dagang ingatlah poin-poin diatas agar usaha yang anda lakukan selalu dalam keberkaan dan keridhoan Alloh SWT.. AMIN